Tampilkan postingan dengan label BERITA HOT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA HOT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2009

Bombing In Ritz Calton and J.W. Mariot Jakarta




Damage after bombing in J.W.Marriot building Kuningan, jakarta (17/07/09).


Paramedic helping a bombing in Ritz Calton Hotel,Friday(17/07/09). Selengkapnya...

Sabtu, 16 Mei 2009

The telescopic sight for standard weapons is equipped with fixed magnification without parallax compensation; the telescopic sight for snipers with parallax compensation and variable magnification.

The RSA-S red dot sight was developed for fast target acquisition and reliable targeting up to 100m. It is small, lightweight, compact and can be mounted on any weapon equipped with a Picatinny rail.


Selengkapnya...

Kamis, 16 April 2009

Dirgahayu Komando Pasukan Khusus-KOPASSUS Ke-57

Dirgahayu Komando Pasukan Khusus-KOPASSUS Ke-57

16 April 2009



Semoga tetap jaya di Darat, Laut dan Udara dan selalu siaga untuk Nusa dan Bangsa.... Selengkapnya...

Rabu, 08 April 2009

TERJEBAK DI PERBATASAN BOSNIA DAN KROATIA

Tak terbayang oleh Lettu Mamak harus menginap semalam di antara perbatasan Bosnia dan Kroatia, negara yang sedang berkecamuk konflik bersenjata. Pada saat itu saya di Kompi Zeni TNI AD yang tergabung dalam Pasukan Perdamian PBB tahun 1995, bertugas untuk mengambil logistik pasukan dari Kroatia menuju Bosnia. ”Kami menggunakan truk Tronton umum dan langsung dihadang oleh polisi keamanan setemapat dan ditanyai macam-macam.

Dalam situasi seperti itu memang kendaraan angkutan umum apapun dicurigai jika masuk dari Kroatia menuju Bosnia. Dan kenapa pasukan memilih memakai kendaraan umum yang disewa karena kendaaraan yang dipakai pasikan perdamian pada bagian roda memiliki rantai khusus untuk salju. Saya akui bahwa mereka kurang berpengalaman untuk mengendarai kendaraan sejenis itu di salju.

Sementara itu pada situasi kisruh siapapun bisa saja dianggap memberikan bantuan kepada salah satu musuh masing-masing yang sedang bertikai. Meskipun sudah memberikan identitas sebagai pasukan perdamaian yang bertugas mengantar logistik tetap sajasaya dan rombongan tak diperbolehkan masuk ke wilayah itu.

”Saya saat itu sempat pasrah, Tapi akhirnya setelah melakukan kontak dengan base camp dan memberikan keyakinan kepada polisi setempat akhirnya kami bisa menunggu komandan logistiknya yang datang lansung mengganti kendaraan umum yang kami pakai dengan kendaraan dari pasukan perdamaian. Syukurlah kami bisa lolos, meskipun harus menginap satri malam di daerah bersalju.

Itulah cuplikan kisah dari anggota pasukan TNI AD yang bertugas sebagai pasukan pedamaian di Bosnia tahun 1995 lalu. Lettu Mamak kali ini pun beruntung karena dia akhirnya lolos lagi sebagai anggota pasukan perdamaian untuk menjadi Anggota Satgas Kizi TNI OPP Munoc atau disebut Kontingen Garuda XX-D yang akan bertugas di Kongo.
jalak pengkor is offline Selengkapnya...

cerita kopassus V

Ketika awal DM I di Aceh Mei 2003 dulu, banyak wartawan yg antusias untuk meliput pertempuran di medan terdepan. Ada satu kisah yg dimana cerita ini gw baca dalam catatan lepas di harian (aneh??) Poskota yg biasanya ada di sudut kiri bawah hal pertama.

Suatu hari wartawan sedang menuju area pertempuran (sayang gw dah lupa di wil mana) yg dikawal ma 13 orang aparat (10 orang Kopassus, 3 orang Brimob) kemudian ketika ditengah jalan hutan belantara rombongan kena ambush gerilyawan GAM berjumlah +- 100 orang bersenjata campuran, wartawan dah panik akibat baru mengalami kejadian seperti ini (walaupun sebelumnya TNI dah melatih para wartawan yg akan meliput di Aceh sebelumnya) karena kali ini taruhannya nyawa. Tetapi yg terjadi para pengawal dari kopassus dan brimob tenang2 aja, setelah memberi perintah kpada brimob untuk menjaga para wartawan maka 10 orang anggota kopassus langsung menyerbu para anggota GAM dgn jalan mendekatinya langsung.
Ketika awal melihat angota TNI mendekati mereka, Gam berpikir bahwa ini sasaran empuk tetapi setelah melihat mereka perlahan tapi pasti mendekati mereka dan menghabisi satu demi satu teman2 mereka lama2 keder juga untuk menneruskan pertempuran. Klau menurut pengamatan wartawan, anggota GAM itu menembak seperti menghamburkan peluru (atau malah gak bisa nembak, yg penting peluru keluar) sdangkan TNI menembak bilamana sasaran terlihat oleh mereka saja, setelah bertempur selama sekitar 1 jam para GAM melarikan diri ke dalam hutan dan ditemukan korban skitar 12 orang tewas dan ceceran darah di dedaunan yg menandakan banyak yg terluka dilarikan teman2nya.
Bisa dibayangkan kwalitas passus yg mampu menghalau 100 musuh hanya dgn 10 orang aja.

Ini catatan dari wartawan yg meliput perang di Aceh, untuk jelasnya gw dah lupa karena berita awal Juni tahun 2003, gw brusaha cari2 lagi tp blum dapat juga. Mungkin ada yg prnah dengar cerita ini sebelumnya. Selengkapnya...

cerita kopassus IV

Ini cerita tentang the first British SAS soldiers killed by a South East Asian soldier (yg tentu saja diwakili oleh prajurit dari RPKAD/Kopassus )

Setting ceritanya adalah bulan April tahun 1965, ketika Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malingsial. Lokasi pertempuran di desa Mapu, Long Bawan, perbatasan Kalimantan Barat dan Sabah.

Saat itu batalion 2 RPKAD (sekarang Grup 2 Kopassus) baru saja terbentuk. batalion baru ini segera dikirim untuk misi khusus ke kalimantan barat. Mereka mendarat di Pontianak bulan Februari 1965, dan segera setelah itu mereka berjalan kaki menuju posnya di Balai Karangan yang jaraknya puluhan kilometer dari lapangan terbang.

Pos Balai Karangan merupakan pos terdepan TNI yang sebelum kedatangan RPKAD dijaga oleh infanteri dari batalion asal Jatim. Sekitar 1 km di depan pos Balai Karangan adalah pos terdepan tentara Inggris di desa Mapu yang dijaga oleh satu kompi British paratrooper dan beberapa orang SAS. Menyerang pos inilah yang menjadi misi khusus batalion RPKAD. Pos Mapu tersebut sering digunakan sebagai transit bagi personel SAS yang akan menyusup ke wilayah Indonesia. TNI ingin hal ini dihentikan dengan langsung melenyapkan pos tersebut.

Pos Inggris di Mapu tersebut terletak di puncak sebuah bukit kecil yang dikelilingi lembah, sehingga pos ini sangat mudah diamati dari jarak jauh. Selain itu, pos tersebut juga cukup jauh dari pasukan induknya yang kira-kira terpisah sejauh 32 km.

Pasukan RPKAD yang baru datang segera mempersiapkan setiap detail untuk melakukan penyerangan. Prajurit RPKAD yang terpilih kemudian ditugaskan untuk melakukan misi reconnaisance untuk memastikan kondisi medan secara lebih jelas. Mereka juga memetakan pos tersebut dengan detail sehingga bisa menjadi panduan bagi penyusunan strategi penyerangan, termasuk detail jalur keluar masuknya.

Tugas recon ini sangat berbahaya, mengingat SAS juga secara rutin melakukan pengamatan ke posisi-posisi TNI. Jika kedua recon tersebut berpapasan tanpa sengaja, bisa jadi akan terjadi kotak tembak yang akan membuyarkan rencana penyerangan. Oleh karena itu, recon RPKAD sangat berhati-hati dalam menjalankan misinya. Bahkan mereka menggunakan seragam milik prajurit zeni TNI AD untuk mengelabui musuh apabila terjadi kemungkinan mereka tertangkap atau tertembak dalam misi recon tersebut.

Setelah sebulan mempersiapkan penyerangan, pada 25 April 1965 gladi bersih dilakukan. Dari tiga kompi RPKAD yang ada di pos Balai Karangan. Komandan batalion, Mayor Sri Tamigen, akhirnya memutuskan hanya kompi B (Ben Hur) yang akan melakukan penyerangan. Sementara 2 kompi lainnya tetap berada di wilayah Indonesia untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu.

Dalam penyerangan ini, kompi B diharuskan membawa persenjataan lengkap. Mulai dari senapan serbu AK-47, senapan mesin Bren, peluncur roket buatan Yugoslavia, dan Bangalore torpedoes, mainan terbaru RPKAD waktu itu, yang biasanya digunakan untuk menyingkirkan kawat berduri atau ranjau.

Selesai mengatur perbekalan, Ben Hur mulai bergerak melintasi perbatasan selepas Maghrib. Karena sangat berhati-hati, mereka baru sampai di desa Mapu pada pukul 0200 dini hari. Setelah itu mereka segera mengatur posisi seperti strategi yang telah disusun dan dilatih sebelumnya.

Pos Mapu berbentuk lingkaran yang dibagi ke dalam empat bagian yang masing-masing terdapat sarang senapan mesin. Perimeter luar dilindungi oleh kawat berduri, punji, dan ranjau claymore. Satu-satunya cara untuk merebut pos ini adalah dengan merangsek masuk kedalam perimeter tersebut dan bertarung jarak dekat. Menghujani pos ini dengan peluru dari luar perimeter tidak akan menghasilkan apa-apa karena didalam pos tersedia lubang-ubang perlindungan yang sangat kuat.

Beruntung, malam itu hujan turun dengan deras seolah alam merestui penyerangan tersebut, karena bunyi hujan menyamarkan langkah kaki dan gerakan puluhan prajurit komando RPKAD yang mengatur posisi di sekitar pos tersebut.

Setelah dibagi ke dalam tiga kelompok, prajurit komando RPKAD berpencar ke tiga arah yang telah ditetapkan. Peleton pertama akan menjadi pembuka serangan sekaligus penarik perhatian. Kedua peleton lainnya akan bergerak dari samping/rusuk dan akan menjebol perimeter dengan bagalore torpedoes agar para prajurit RPKAD bisa masuk ke dalam dan melakukan close combat.

Pada jam 0430 saat yang dinanti-nanti tiba, peleton tengah membuka serangan dengan menembakkan senapan mesin Bren ke posisi pertahanan musuh. Segera setelah itu, dua peleton lainnya meledakkan bangalore torpedoes mereka dan terbukalah perimeter di kedua rusuk pertahanan pos tersebut. Puluhan prajurit RPKAD dengan gagah berani masuk menerjang ke dalam pos untuk mencari musuh.

Prajurit Inggris berada pada posisi yang tidak menguntungkan karena tidak siap dan sangat terkejut karena mereka tidak menduga akan diserang pada jarak dekat. Apalagi saat itu sebagian rekan mereka sedang keluar dari pos untuk berpatroli. Yang tersisa adalah 34 prajurit Inggris. Hal ini memang telah dipelajari recon RPKAD, bahwa ada hari-hari tertentu dimana 2/3 kekuatan di pos tersebut keluar untuk melakukan patroli atau misi lainnya. Dan hari itulah yang dipilih untuk hari penyerangan.

Dengan susah payah, akhirnya ke-34 orang tersebut berhasil menyusun pertahanan. Beberapa prajurit RPKAD yang sudah masuk ke pos harus melakukan pertempuran jarak dekat yang menegangkan. Dua prajurit RPKAD terkena tembakan dan gugur. Namun rekan mereka terus merangsek masuk dan berhasil menewaskan beberapa tentara Inggris dan melukai sebagian besar lainnya. Tentara Inggris yang tersisa hanya bisa bertahan sampai peluru terakhir mereka habis karena mereka telah terkepung.

Diantara yang terbunuh dalam pertempuran jarak dekat yang brutal tersebut adalah seorang anggota SAS. Ini adalah korban SAS pertama yang tewas ditangan tentara dari ASEAN. Namun sayangnya Inggris membantah hal ini. Bahkan dalam buku karangan Peter Harclerode berjudul "Para! Fifty Years of the Parachute Regiment halaman 261 pemerintah Inggris malah mengklaim mereka berhasil menewaskan 300 prajurit RPKAD dalam pertempuran brutal tersebut. Lucunya klaim pemerintah Inggris ini kemudian dibantah sendiri oleh penulis buku tersebut di halaman 265, ia menyebutkan bahwa casualties RPKAD hanya 2 orang. Secara logis memang angka 300 tidak mungkin karena pasukan yang menyerang hanya satu kompi. Pemerintah Inggris melakukan hal tersebut untuk menutupi rasa malu mereka karena dipecundangi tentara dari dunia ketiga, bahkan salah satu prajurit dari kesatuan terbaik mereka ikut terbunuh dalam pertempuran tersebut.

Pertempuran itu sendiri berakhir saat matahari mulai meninggi. Prajurit RPKAD yang sudah menguasai sepenuhnya pos Mapu segera menyingkir karena mereka mengetahui pasukan Inggris yang berpatroli sudah kembali beserta bala bantuan Inggris yang diturunkan dari helikopter. Mereka tidak sempat mengambil tawanan karena dikhawatirkan akan menghambat gerak laju mereka.

Sekembali di pos Balai Karangan, kompi Ben Hur disambut dengan suka cita oleh rekan-rekannya. Para prajurit yang terlibat dalam pertempuran mendapatkan promosi kenaikan pangkat luar biasa. Mereka juga diberi hadiah pemotongan masa tugas dan diberi kehormatan berbaris di depan Presiden Soekarno pada upacara peringatan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1965.

Itulah cerita heroik batalion 2 RPKAD, cikal bakal Grup 2 Kopassus.

========================================== Selengkapnya...

cerita kopassus III

ketika jaman megawati, indonesia mengirimkan pasukan khususnya ke daerah konflik, tp aku agak2 lupa di negara filipina or thailand.. yg jelas untuk membantu mediasi antara pasukan pemerintah dan separatis dalam melepaskan tawanan, seperti biasa seperti GAM diindonesia setiap gerakan asti ada pemimpin or jendralnya, ketika itu markasnyta ada di tengah2 hutan dan dilindungi oleh 7 lapisan penjagaan, menurut salah seorang anggota.. untuk menuju rumah utama jendral harus melewati 7 lapis penjagaan yg berbentuk lingkaran, saat itu anggota pasukan khusus dari indonesia yg membawa seorang penterjemah berhasil mengetuk rumah jendral tersebut tanpa ketahuan sama sekali dari anak buahnya, jendral tersebut kaget bukan kepalang.. setelah berunding maka tawanan berhasik dibebaskan dan tanpa baku tembak sama sekali. oh iya jumlah anggota yg dibawa saat itu kurang lebih 20 orang dan semuanya berhasil masuk sampai depan rumah jendral tersebut tanpa ketahuan, hmm... excelent job by indonesian army!!

oh iya aku pernah baca pengakuan dari salah seorang anak buah prabowo yg mantan mantunya soeharto itu, ketika prabowo memimpin anak buahnya misi di tim-tim ada kejadian aneh, setelah melakukan perjalanan di hutan2 akhirnya mereka bertemu dgn gerilyawan setempat dan akhirnya terjadi baku tembak tp krn kalah dalam jumlah dan musuh lebih menguasai medan, maka terkepunglah pasukan prabowo.. disaat genting seluruh anak buahnya dusuruh pasrah dan tidak boleh bersuara, disaat itulah prabowo menggunakan ilmu yg dimilikinya... setelah membaca doa keluar kabut yg sangat tebal dihutan itu, menurut pengakuannya perlahan datang kabut yg tebal dan anehnya tanpa boleh bersuara sedikitpun pasukan berjalan kedepan tanpa diketahui oleh musuh, pdhl jarak ga sampai 10 meter.. musuh seperti kebingungan sesaat!! Selengkapnya...

cerita kopassus II

Kejadiannya sekitar pertengahan tahun 1980-an. Saat itu pangabnya LB Moerdani kalau tidak salah. Dia udah lama nerima laporan intel kalau OPM sering mendapat pasokan senjata yg diselundupkan dari PNG. Ketika dikonfirmasi ke otoritas PNG, mereka tidak tahu menahu mengenai hal tersebut. Akhirnya Benny memutuskan untuk mengambil langkah sendiri untuk mengidentifikasi siapa/negara mana yang bermain. Caranya? ya langsung masuk ke wilayah PNG tanpa permisi

Yang ketiban untuk melaksanakan tugas ini adalah Den 81 yang saat itu dipimpin oleh prabowo. Sasaran mereka adalah suatu lokasi di wilayah PNG, sekitar 50 km dari tapal batas perbatasan dengan Indonesia. Pasukan ini berangkat dari Jayapura naik heli, kemudian sampai di suatu tempat dan melanjutkan misi dengan perahu karet agar tidak terdeteksi otoritas PNG.

Perjalanan dengan perau karet menuju lokasi sasaran terhadang oleh besarnya ombak (dini hari) di perairan sebelah utara PNG. Seorang anggota Kopassus sampai terluka cukup parah untuk mempertahankan perahu dari terjangan ombak. Akhirnya mereka berhasil sampai di titik pendaratan, dan langsung bergerak menuju lokasi sasaran.

Setiba di lokasi, unit kopassus ini segera mencari tempat-tempat yang dicurigai sebagai lokasi penimbunan pasokan senjata. Namun hasilnya nihil. Tapi mereka tidak menyerah. Setelah menunggu selama dua hari dua malam, akhirnya mangsa mereka muncul. Dua orang kulit putih muncul dari balik rimbunnya hutan PNG, melintasi posisi pasukan kopassus yag sama sekali tidak mereka rasakan keberadaannya.

Segera kedua orang ini diamankan. Setelah diperiksa dan diinterogasi, keduanya diketahui sebagai agen Australia. Mereka kemudian menunjukkan lokasi tempat helikopter Australia mengedrop pasokan senajata dan amunisi untuk OPM. Sayang, karena persediaan menipis, Kopassus tidak punya waktu untuk menunggu sampai terjadinya pengedropan tersebut.

Kedua bule itu dibawa kembali ke Indonesia. Dan beberapa bulan kemudian diekstradisi ke Australia. Sejak saat itu, Australia tidak berani bertindak macam-macam lagi (mungkin karena malu ketahuan). Mereka juga baru sadar kalau kopassus mampu melakukan operasi jauh di dalam wilayah musuh. Bahkan tidak menutup kemungkinan kopassus bisa beroperasi di pedalaman Australia tanpa terdeteksi. Inilah yang kemudian membuat nama Kopassus sangat disegani oleh tentara Aussie. Selengkapnya...

cerita kopassus!

Anggota Kopassus yg gugur dari tahun 1974 - 1999 sebanyak 124 orang. terbanyak waktu serangan awal Desember 1975 sampai 1980. Karena perangnya bener bener perang frontal tawuran. Skill komando jadi gak berfungsi. Soalnya Mortir sama meriam sama senapan mesin lebih banyak bermain di mandala tsb.
Korban pangkat tertinggi berpangkat Mayor. Gugur waktu perebutan Dili kena tembak sniper Fretilin mantan Tropas waktu menaikkan bendera merah putih dekat kantor Gubernur.
Tahun tahun sesudahnya korban di pihak Kopassus sangat sedikit. Sekali disergap fretilin mungkin hanya 1 atau 2 orang anggota Kopassus saja yg jadi korban.

Tapi kalo korban di Pihak Fretilin yg di libas Kopassus nggak kehitung. ratusan personil terlatih Fretilin bahkan mungkin mencapai angka ribu sudah jadi mangsa nya Kopassus. ( jangan remehkan fretilin. Fretilin justru lebih jago perang gerilya dibandingkan TNI reguler krn mereka terlatih alam dan timtim itu rumah mereka sendiri, serta mereka mantan tropas Portugal yg lebih banyak mendapat latihan menembak dibandingkan TNI. Rata rata Tropas adalah penembak mahir ) Cerita cerita teman yg pernah tugas di sana membuktikan kehebatan Kopassus. Mereka hidup berbulan bulan di hutan bergerilya mencari fretilin dan sasaran strategis. Selengkapnya...

Sabtu, 04 April 2009

U.S. offers help with defense

Desy Nurhayati, The Jakarta Post, Jakarta
The United States offered Monday to help Indonesia address its defense problems, which have forced the archipelago to depend on aging war machines.
Visiting U.S. Defense Secretary Robert Gates said Washington was ready to assist Jakarta continue the process of defense reform and enhance its specific defense capabilities, especially in air and maritime domains.
"Any initiatives along these lines by the government of Indonesia will be met with strong U.S. support," Gates told the forum of Indonesian Council on World Affairs (ICWA).
His government's offer reflects a shift from a permanent presence and direct action by U.S. forces.
Gates said U.S. defense policies came as a response to the resurgence of Asian countries, including India, China, Russia and North Korea.
"New centers of power, as well as new sources of instability, are altering Asia's strategic landscapes," he said.
"The challenge for the United States has been to fashion defense policies that adapt to these new security realities."
He did not reveal details of the assistance the U.S. would offer to Indonesia.
Indonesia may have to cut its defense budget in response to soaring oil prices.
Last year, President Bush and President Susilo Bambang Yudhoyono agreed to expand military-to-military relations between the two countries.
Washington fully restricted arms sales to Jakarta over human rights concerns in 1999, but lifted the embargo in November 2005.
Gates said the Indonesian military had become more capable, professional and comfortable under civilian leadership.
"Americans have believed that in a democracy the armed forces must be firmly and unquestionably under civilian control," he said.
National Resilience Institute (Lemhannas) Chairman Muladi said the U.S. presence in Indonesia was especially aimed at holding back China from expanding its influence.
"China is expanding greatly, I think they have an interest in holding them back ... and Indonesia is the most strategic place to do so," he said.
During his one-day trip here, Gates also met with Yudhoyono and Indonesian Defense Minister Juwono Sudarsono to discuss military cooperation, especially on the procurement of military equipment and joint training.
Juwono said after the meeting at the State Palace that Indonesia sought to purchase six F-16 jet fighters from the U.S to improve the combat skills of the Indonesian Air Force.
"We are considering the U.S offer to buy the latest version of the F-16, to add to the 10 that we already have," Juwono said.
He said the ministry would discuss the matter further with the defense commission of the House of Representatives and the Finance Ministry, but said the procurement was projected for within the next four to five years.
"We're still evaluating the scheme of the purchase, whether to use the Foreign Military Sale or the Foreign Military Financing."
Despite the limited defense budget, Juwono said Indonesia's plan to buy F-16s from the U.S would not affect its earlier agreement with Russia on the procurement of Sukhois.
Juwono said the ministry had yet to decide which jetfighters would be given priority.
"It depends on which will come first, because there are bureaucratic constraints in the U.S, and financing problems in Russia concerning the aircraft procurement process," he said.
Indonesia currently has 10 F-16 Fighting Falcon jets of A/B version, but only six are airworthy. (anw)

... the truth is, for me, i hope this plan never happened. i think it will be better if the airforce buy more sukhoi... Selengkapnya...

Rabu, 25 Maret 2009

Latihan "Helo Sniper" antar Personel Navy Seals dan Kopaska

SURABAYA - Satuan elite AL Amerika Serikat Navy Seal, Senin (12/1) berbagi pelajaran khusus dengan rekan seprofesi dari Pasukan Katak TNI AL. Pelajaran bernama 'Hello Sniper' atau teknik menembak sniper dari pesawat helikopter yang tengah terbang ini merupakan materi baru yang akan diberikan teknik dan pengetahuannya kepada Kopaska.

Agenda latihan bersama dengan satuan pasukan elite Angkatan Laut Amerika US Navy Seal ini bernama sandi “Flash Iron 09-01”. bertempat di lapangan tembak Koarmatim Ujung Surabaya, latihan ini secara resmi dibuka oleh Komandan Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Kolonel Laut (T) Yulius Bustami. Turut hadir saat pembukaan para personel Paska dan US Navy Seal yang dipimpin Letnan Ehrhardt.

Pasukan Katak TNI AL mengerahkan 4 tim (masing-masing tim 7 orang), atau 28 personel pada latihan ini sedangkan dari US Navy Seal menyertakan 15 personelnya. Selain sniper, mereka juga akan berlatih tentang Maritime Interdiction Operation (peperangan ruang tertutup), Jungle Welfare (perang hutan) berikut Jungle Survival, Fast Roping, Over the Beach serta Tactical Combat Casualty Care.

Koarmatim mengerahkan satu unit KRI, satu unit helikopter NBell-412, 2 Sea Rider, serta 5 perahu karet untuk latihan yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 6 Februari 2009 berlokasi di Markas Koarmatim, selat Madura, Pantai Banongan serta Selogiri Banyuwangi.

Menurut Komandan Satuan Katak Koarmatim Kolonel Laut (T) Yulius Bustami, latihan ini selain dapat meningkatkan kemampuan taktis dan teknis perorangan maupun satuan prajuritnya juga dapat menciptakan hubungan emosional yang harmonis dan saling pengertian antara prajurit Pasukan Katak Indonesia dan Amerika Serikat. Ditambahkannya latihan ini juga merupakan ajang “Take and Give” antara kedua pasukan karena masing-masing bisa saling memberikan bekal pengetahuan dan kemampuannya.

“Peningkatan kemampuan ini diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bekal guna mendukung tugas-tugas operasional Kopaska yang sesungguhnya,” kata Kolonel Laut (T) Yulius Bustami.

Sumber : DISPENAL Selengkapnya...

LATIHAN MENEMBAK BERSAMA KOPASKA DAN US NAVY SEAL!!

SURABAYA - Dua Satuan Pasukan Khusus masing-masing Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy Seal saling mengasah kemampuan menembaknya baik dalam penggunaan senjata laras pendek maupun senjata laras panjang di Lapangan Tembak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat (16/1).

Dalam latihan dengan sandi “Flash Iron 09-01” itu, senjata yang digunakan adalah pistol jenis Sig Sauer 226 serta SMG jenis MP-5. Kedua senjata tersebut merupakan salah satu senjata standar yang digunakan oleh satuan pasukan elite TNI AL tersebut.

Sedangkan jarak tembak yang dilakukan cukup berpariasi, seperti 5 meter, 10 meter dan 15 meter serta beberapa kombinasinya.

Dalam latihan kali ini Pasukan Katak TNI AL mengerahkan 4 tim (masing-masing tim 7 orang), atau 28 personel pada latihan ini sedangkan dari US Navy Seal menyertakan 15 personelnya. Selain sniper, mereka juga akan berlatih tentang Maritime Interdiction Operation (peperangan ruang tertutup), Jungle Welfare (perang hutan) berikut Jungle Survival, Fast Roping, Over the Beach serta Tactical Combat Casualty Care.

Koarmatim mengerahkan satu unit kapal perang, sebuah helikopter Bell, 2 Sea Rider, serta 5 perahu karet untuk latihan yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 06 Februari 2009 dengan lokasi di Markas Koarmatim, selat Madura, Pantai Banongan serta Selogiri Banyuwangi ini.

Menurut Komandan Satuan Katak Koarmatim Kolonel Laut (T) Yulius Bustami, latihan ini selain dapat meningkatkan kemampuan taktis dan teknis perorangan maupun satuan prajuritnya juga dapat menciptakan hubungan emosional yang harmonis dan saling pengertian antara prajurit Pasukan Katak Indonesia dan Amerika Serikat.

Sumber : DISPENAL Selengkapnya...

MAFIA KOLOMBIA SEHARGA 5 JUTA DOLLAR AS



Tanggal Lahir Digunakan 11 January 1958
Hair Rambut Black Hitam
Place of Birth Tempat Lahir Trujillo, Colombia Trujillo, Colombia
Eyes Mata Brown Cokelat
Height Ketinggian 6′ 0″ (183 cm) 6 '0 "(183 cm)
Complexion Corak Medium Sedang
Weight Bobot 230 pounds (104 kg) 230 pounds (104 kg)
Build Membangun Heavy Berat
Sex Sex Male Laki-laki
Race Ras White (Hispanic) Putih (Hispanic)
Occupation Pekerjaan Rancher Penggembala
Nationality Kebangsaan Colombian Kolumbia
Scars and Marks Scars dan Marks Surgical scars on his lower back and legs due to injuries sustained in an automobile accident Bedah scars kembali pada rendah dan kaki karena cedera berlarut-larut dalam sebuah kecelakaan mobil
kejahatan Di Kolombia: penyelundupan dan perdagangan narkoba, penipuan, pencucian uang, Comformation kelompok yang bersifat kemiliteran di Kolombia. In the United States: Conspiracy to import and possess with intent to deliver weed cocaine; Possession with intent to deliver cocaine; Money laundering; Racketeering Influenced and Corrupt Organizations (RICO) – Drug trafficking; Conspiracy to distribute or manufacture cocaine abroad with knowledge or intent that it be imported into the United States Di Amerika Serikat: Conspiracy mengimpor dan memiliki dengan maksud untuk menyampaikan weed kokain; Possession dengan maksud untuk menyampaikan kokain; Money laundering; pemerasan dan dipengaruhi Corrupt Organisasi (RICO) - perdagangan narkoba; Conspiracy untuk mendistribusikan atau kokain manufaktur di luar negeri dengan pengetahuan atau niat yang akan diimpor ke Amerika Serikat






Diego Montoya, bos mafia Kolombia yang disejajarkan dengan almarhum Pablo Escobar, Selasa (11/9) dini hari ditangkap saat bersembunyi di semak-semak dengan hanya memakai kaus oblong dan celana dalam. Montoya adalah orang yang masuk daftar FBI tentang orang yang paling dicari di dunia. Ia berada di daftar FBI bersama Osama bin Laden. AS pernah menawarkan 5 juta dollar AS kepada siapa saja yang bisa menangkap Montoya, yang sebaliknya menawarkan jumlah uang serupa kepada militer untuk melepaskannya jika tertangkap. Menurut Menteri Pertahanan Kolombia Juan Manuel Santos, bos mafia berdarah dingin itu ditangkap pasukan elite militer Kolombia di sebuah daerah di Provinsi Valle Cauca. Montoya adalah pemimpin kartel Norte del Valle, yang menguasai narkoba Kolombia selama bertahun-tahun. Ia pun dijuluki sebagai "Panglima Perang" karena mengotaki penyerangan serta pembantaian terhadap musuh bisnisnya. Selengkapnya...

Senin, 23 Maret 2009

M4 dan HK 416 Pengganti M16

Dewasa ini dunia militer mengenal dua senapan yang paling populer, yaitu AK-47 dan M16. Senapan yang pertama buatan Rusia dan pernah menjadi senapan standar di negara-negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa. Senapan dengan kaliber 7,62 mm itu merupakan salah satu senapan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia se-menjak awal tahun 1950-an. Boleh dikatakan senjata hasil rancangan Mikhail Timofeyevich Kalashnikov sudah menjadi suatu legenda.

Di sisi lain dikenal M16 buatan Amerika Serikat yang juga dipakai secara meluas di kalangan ketentaraan di seluruh dunia. Senjata pasukan infanteri ini amat populer di negara-negara yang berkiblat ke Barat atau setidak-tidaknya di negara yang memperoleh bantuan persenjataan ringan dari Amerika Serikat. Jenis senjata kaliber 5,56 mm ini mendapatkan nama harumnya di medan perang Vietnam pada tahun 1960-an. Semenjak itu senapan tersebut dijadikan semacam senapan standar di jajaran anggota NATO. Di tengah per-tempuran sengit Vietnam kedua senapan tersebut mengadu keunggulan. Sudah barang tentu kedua jenis senjata yang mematikan itu memiliki ke-unggulan dan sekaligus kekurangan.

Selama beberapa dasawarsa sejak ber-akhirnya Perang Vietnam negara adidaya Amerika Serikat tidak tersangkut dalam perang skala besar. Negara Paman Sam itu baru terlibat lagi dalam pertempuran besar tatkala menyerang Irak dan Afghanistan. Dan kembali pula senapan MI 6 beraksi di sana. Senjata andalan pasukan in-fanteri AS tersebut digunakan dalam medan pertempuran yang keadaannya berbeda dengan medan perang sebelumnya.

Kalau di Vietnam senapan itu dipakai di kawas-an hutan hujan tropis, lembab, serta berlumpur, maka di Irak serta di Afghanistan jenis senjata itu digunakan di medan yang kering kerontang, panas, dan berdebu halus semburan padang pasir.

Dari kedua medan perang itu, pihak pengambil keputusan militer AS sering menerima laporan tentang M16. Para tentara di lapangan acapkali melaporkan ketidakberesan senapan andalan mereka tersebut. Hal yang paling kritis yang acap-kali dilaporkan adalah tingkat kemacetan senjata itu. Dalam keadaan darurat M16 tentu akan di-tembakkan dengan frekuensi tinggi dan justru dalam situasi demikian senapan itu sering macet. Hal tersebut dapat menimbulkan akibat fatal bagi tentara yang sedang tersudut di medan pertem-puran, Setiap detik yang digunakan untuk mem-perbaiki senjata yang macet dapat berarti ber-banding lurus dengan kemungkinan kematian pemakai senapan tersebut.

Oleh pihak Pentagon, penyebab kemacetan ditimpakan ke pundak tentara yang berada di la-pangan dengan alasan kurang pemeliharaan atau cara perawatan yang tidak sebagaimana mes-tinya. Sebaliknya, pihak personel lapangan me-nyebutkan perawatan telah dilakukan secara pro-fesional, namun M16 kadang-kalang masih saja mengalami kemacetan.

Dari hasil analisis bertahun-tahun, para ahli senjata AS menemukan bahwa faktor utama pe-nyebab kemacetan pada M 16 adalah sisa karbon yang berada di dalam senapan.

Walaupun M16 telah dirawat sesuai dengan buku petunjuk, kemungkinan kemacetan itu tetap ada jika senjata tersebut ditembakkan dengan fre-kuensi tinggi.

Setelah melakukan penelitian selama ber-tahun-tahun. Pentagon memutuskan untuk meng-ganti M16 dengan jenis senjata yang lebih cang-gih. Calon pengganti yang diungguIkan adalah Colt M4 Caibine. Senjata baru yang juga berkaliber 5,56 mm ini lebih kompak. Sekilas bentuknya tidak berbeda jauh dengan M16. Beratnya pun hampir sama. Beberapa perbedaan penting diantara keduanya adalah jarak tembak efektif (M16: 360 m; M4:500 m). Dikatakan bahwa M4 lebih mudah digunakan dan lebih jitu.

Pentagon berencana membeli 100.000 pucuk M4 pada tahun 2008 untuk mengantikan M16. Demikian dinyatakan oleh seorang pejabat senior Colt yang memproduksi M4 dan M16 sebagai-mana dikutip oleh Defense News edidi 5 Maret 2007.

Dalam percobaan selanjutnya ternyata M4, se-perti pendahulunya, juga memerlukan perawatan yang teliti. Ken-datipun hal ter-sebut telah dila-kukan, M4 ma-sih cukup sering mengalami ke-macetan. Ini se-bagai akibat sis-tem saluran gas-nya yang kurang sempurna se-hingga sisa kar-bon dapat mem-buat senjata ter-sebut macet, Cacat atau ke-kurangan yang melekat pada M16 dan M4 membuat para pengambil keputusan di jajaran militer Amerika Serikat untuk melirik H&K 416 Carbine.

Dibandingkan dengan M16 dan M4, senapan buatan perusahaan Heckler & Koch GmbH, Jerman, itu memiliki beberapa keunggulan. H&K 416 merupakan produk hasil kerjasama tahun 2004 antara pihak perusahaan senjata Jerman dan Delta Force (pasukan elit Amerika Serikat).

Sosok H&K 416 berbeda dengan M4 atau M16 terutama pada bentuk larasnya, panjang kese-luruhan H&K 416:34,9 inci (dibandingkan dengan panjang M4; 33 inci), berat tanpa magasen 7,7 pon (5,9 pon), dan Jarak tembak efektif 400 meter (500 meter).

Persamaannya atau kemiripannya terletak pada kaliber 5,56 mm, panjang laras 14,5 inci, kecepatan tembak 700-900 butir per menit, dan sistem pilihan tembak: semi otomatis serta otomatis. Pada H&K 416 tersedia empat macam ukuren laras, yaitu 10, 4 inci, 14,5 inci, 16,5 inci, dan 20 inci. Dari data tersebut tampak bahwa ukuran H&K 416 lebih besar, lebih berat, dan (bisa) lebih panjang.

Dari segi harga, Defense News menyebutkan harga M4 $800 per pucuk. Ini merupakan harga senjata standar tanpa perlengkapan yang lain. Jika ditambah berbagai macam perlengkapan lain sesuai dengan keperluan penugasan di medan tempur, harga tersebut dapat mencapai $1.300 per pucuk. Di sisi lain, harga sepucuk H&K 416 berkisar antara $800 hingga $1.425 (bergan-tung kepada ak-sesori yang di-perlukan).

Kehandalan utama H&K 416 terletak pada sis-tem piston gas langkah-pendek. Sistem ini ber-beda dengan sis-tem tabung gas Colt yang digu-nakan pada M4. Dengan sistem piston gas langkah-pendek pada H&K 416, cacat pada sistem pembuangan karbon dapat dihi-langkan. Masalah pembuangan sisa karbon inilah yang sering mengakibatkan kemacetan pada M16 dan M4. Dengan sistem yang diterapkan pada H&K 416, senjata baru tersebut dapat diandalkan dalam berbagai medan pertempuran.

Kini H&K 416 digunakan oleh pasukan elite Amerika Serikat, di antaranya Delta Force. Pasukan biasa masih memakai M16 atau M4. Keistimewaan H&K 416 belum diakui sepe-nuhnya oleh pasukan yang selama bertahun-tahun telah menggunakan M16 di medan laga. Mereka masih tetap yakin akan keunggulan M16 yang legendaris itu. Keyakinan mereka mungkin bisa hilang jika mereka melihat bukti nyata kehebatan H&K 416 yang hingga kini belum teruji dalam rentang waktu yang lama di berbagai jenis medan perang Selengkapnya...