Tampilkan postingan dengan label TON TAI PUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TON TAI PUR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2009

TON-TAI-PUR

The combat and reconnaissance platoon (Tontaipur) is Kostrads newest elite unit, formed on August 4, 2001. After a five-month intensive trainings, 97 personnels selected from the 9th and the 13th Infantry Brigades became the first troops for this elite unit.



Just as the name implies, Tontapiur will be sent to do surveillance and reconnaissance missions behind enemy lines and destroy enemys strategic installations. Some of the equipments that these troops carry are special assault rifles and night vision goggle (NVG). Each Tontaipur personnel has the abilities to conduct operations on land, sea, and in the air.



The first test for Tontaipur was the operation to demolish the Free Aceh Movements (GAM). Selengkapnya...

Jumat, 27 Maret 2009

TON TAI PUR/TON TAI KAM

TON TAI PUR ( Peleton Pengintai Pertempuran ) adalah salah 1 pasukan khusus yang dimiliki TNI AD yang bernaung di bawah KOSTRAD. Pasukan ini lahir dari pasukan terdahulu yang dinamai TON TAI KAM ( Peleton Pengintai Keamanan) milik KOSTRAD yang ada di beberapa brigade infanteri ( linmed dan linud ) KOSTRAD. Letjen Ryamizard kala itu memikirkan efektifitas pasukan Ton Tai Kam yang tak seragam bentuk pola pelatihan dan tugasnya. Karena pasukan tersebut dididik secara link - up dengan KODAM di depo kejuruan tiap KODAM sesuai letak Brigade Infanteri KOSTRAD terdekat. Dari serangkaian riset dan analisa tentang pasukan jenis apa yang dibutuhkan untuk aju pasukan tempur KOSTRAD digaris depan maka didapatkan kesimpulan bahwa KOSTRAD butuh Pasukan khusus berkualifikasi para (airborne) dan intelijen tempur di 4 media ( darat, laut, udara dan bawah air). Bagi calon anggota yang belum punya keahlian terjun payung maka harus sekolah para dulu di Sekolah Para Pusdik Passus Batu Jajar. Bagi yang dari brigade Linud mereka langsung mendapat materi jungle warfare di Pusdiklat KOSTRAD Sanggabuwana dibawah pengawasan Kopassus dan tim ahli KOSTRAD.

Maka dari itu Ryamizard segera menghubungi KOPASSUS dan KOPASKA untuk mempersiapkan pasukan ini. Kenapa? karena ke 2 satuan pasukan komando ini udah punya "nama" dan ahli di bidangnya....dengan pengalaman tempur puluhan tahun serta fasilitas latihan yang memadai...dan satuan ini adalah satuan tempur yang paling disegani di kalangan petinggi TNI maupun militer manca negara.

Modul pelatihan Ton Tai Pur terbagi jadi 4 dan dilaksanakan 8 bulan hampir seperti pendidikan komando yang meliputi: Tahap Hutan (di sanggabuwana), tahap Intelijen Tempur(Di Pusdik kopassus), tahap laut (di Pondok Dayung Satpaska Armabar) dan Tahap Akhir (Di Sanggabuwana).
Bedanya dengan pendidikan komando adalah para prajurit di pendidikan Ton Tai Pur 90% menggunakan gerakan regu. Sebaliknya di Kopassus 90% materi adalah gerakan regu dipadu dengan spesialisasi individu yang harus dibarengi dengan gerakan individu pula inilah yang dinamakan UNCONVENSIONAL WARFARE. Ini pula yang membedakan Kopassus dari Taifib Marinir. Selama ini Taifib diklaim = Kopassus oleh Korps Marinir.... ini sempat menjadi pertentangan di kalangan pasukan khusus yang pelatihannya menggunakan metode pelatihan komando resmi yang diakui oleh TNI yaitu Kopassus dan Korpaskhasau.

Sampai detik ini Ton Tai Pur menghasilkan 5 Peleton dengan total pengeluaran lebih dari 8 M ! itu terdiri dari pembelian tempat latihan di Sanggabuwana yang tergolong sempurna karena terdiri dari laut, hutan dan gunung. biaya latihan 1 M per peleton, senapan serbu yang rata rata made in Israel, peralatan selam tempur,parasut dan pembayaran kepada satuan pelatih dari Kopassus dan Kopaska.
Markas Ton Tai Pur ada di lingkungan Den Intel KOSTRAD...( cari sendiri ya dimana?....hehehe!) Jumlah pasukan ini dipertahankan tidak boleh lebih dari 300 orang. Selengkapnya...