Kamis, 09 April 2009

LUFTWAFFE SECRET PROJECT

Messerschmitt Me P.1079/13b



Messerschmitt Me P.1079/1


Messerschmitt Me P.1079/15



Messerschmitt Me P.1079/16




Messerschmitt Me 329





Heinkel He P.1079B/ II






Focke-Wulf Fw 283





Focke-Wulf Fw "Super Lorin"








Focke-Wulf Fw fighter project with BMW P.8011 engine





Hütter Hü 136 (Stubo 2)








Horten Ho 229








Heinkel He 162
Typenblatt
Baureihen: A,S,V
z.B.Typ: Verwendungszweck:
He 162 A-1 Jäger
He 162 A-2

Werte am Beispiel von:
He 162 A-1
Länge: 9,05 m
Spannweite: 7,20 m
Höhe: 2,60 m
Besatzung: 1
Motor: BMW 003 A-1
Leistung: 1 x 800 kp
Vmax: 840 km/h
Reichweite: -
Gipfelhöhe: 7200 m
Bewaffnung: 2 x MK108
oder MG151/20

http://www.luftarchiv.de/index.htm?/flugzeuge/heinkel/he162.htm





Heinkel He P.1078A

Heinkel produced three different designs of the P.1078 for the OKL Emergency Fighter competition in 1944. The Heinkel He P.1078A was a single-seat fighter armed with two MK 108 30mm cannon in the nose. The shoulder-mounted gull wing was swept back at 40 degrees, and was powered by one HeS 011 jet engine located beneath the cockpit and exhausting under a central tailboom.




Span: 8.8 m (28' 10.7") Length: 9.48 m (31' 1.5") Max. Speed: 980 km/h (609 mph)







Focke-Wulf Fw Ta 183


Span: 10 m (32' 9.7") Length: 9.2 m (30' 2.2") Max. Speed: 962 km/h (597 mph) w/He S 011








Focke-Wulf Fw Triebflugel




Span: 11.5 m (37' 8.8") Length: 9.15 m (30' 0") Max. Speed: 1000 km/h (621 mph)




Messerschmitt Me 334



Span: 9.3 m (30' 6.4") Length: 7.0 m (22' 11.8") Max. Speed: Unknown




Blohm & Voss BV P.178

Span: 12 m (39' 3") Length: 10.8 m (35' 5.5") Max. Speed: Unknown

http://www.luft46.com/bv/bv.html

 

BMW Strahljäger III







Messerschmitt Me P.1079/51








Selengkapnya...

Rabu, 08 April 2009

Sekilas DENSUS 88

Detasemen 88, atau Delta 88, merupakan julukan bagi satuan pasukan khusus antiteror yang sedang disiapkan oleh Polri. Direktur Antiteror pada Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara RI Brigadir Jenderal (Pol) Pranowo menjelaskan, angka "88" diambil dari jumlah korban ledakan bom yang tewas terbanyak pada saat terjadi bom di Bali. Pada peristiwa tersebut, sebanyak 88 warga negara Australia (satu negara) tewas.

Makna "88" berikutnya adalah, angka "88" tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka "88" juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.
Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui U.S. State Department's Diplomatic Security Service dan dilatih langsung oleh CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.

Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan 400 personel ini diperkirakan akan efektif beropersai pada tahun 2005. Mereka terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu.

Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti Colt M-4 assault rifles (senapan serbu), Armalite AR-10 sniper rifles (senapan tembak jitu), dan Remington 870 shotguns (pistol). Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS. Selengkapnya...