Kopaska was formed on March 31 1962 by President Sukarno to help his campaign in Irian Jaya. In that campaign they were ordered to be human torpedoes similar to Japanese 'kamikaze' troops. In doing so they rode the torpedo, guided it until hit the enemy's ship. KOPASKA is heavily influenced by the early U.S. Navy Underrwater Demoliton Teams (UDT) and modern Navy SEAL Teams. This foundation was built when early KOPASKA members were sent to the United States for training with the UDTs. That tradition continues today as each year a few men from the unit travel to Coronado, California and Norfolk, Virginia to participate in SEAL training.
Today, unit strength is approximately 300 men, divided into two groups. One is attached to western fleet, based on Jakarta and the other one is attached to eastern fleet, based on Surabaya, East Java. Their main duty is underwater demolition which consists of raiding enemy's ships and bases, destroying main underwater installations, beach reconnaissance, prisoner snatches, and preparing beaches for larger naval amphibious operations. In peace time the unit deployes seven man teams to serve as security personnel for VIPs. Primary among these duties are the escort and personal security of the Indonesian president and vice president. They are also responsible for limited search-and-rescue duties and have deployed as part of United Nations peace forces.
Recruitment for the unit is held once a year and draws exclusively on navy personnel (not from the marines). The maximum age of recruits are no more than 30 years. The length of recruitment is seven months. Usually from 700-1500 men who signed up only 15-20 men will pass the initial selection. After the selection the men who pass will undergo four-phase continual training. The first phase of this is one week of physical training (Hell Week), the second phase is basic underwater training, the third phase is commando training, and the fourth phase is parachute training. In the end from 15-20 men, usually only five or six make it and become Kopaska.
Selengkapnya...
Rabu, 25 Maret 2009
Komando Pasukan Katak (KOPASKA)
Latihan "Helo Sniper" antar Personel Navy Seals dan Kopaska
SURABAYA - Satuan elite AL Amerika Serikat Navy Seal, Senin (12/1) berbagi pelajaran khusus dengan rekan seprofesi dari Pasukan Katak TNI AL. Pelajaran bernama 'Hello Sniper' atau teknik menembak sniper dari pesawat helikopter yang tengah terbang ini merupakan materi baru yang akan diberikan teknik dan pengetahuannya kepada Kopaska.
Agenda latihan bersama dengan satuan pasukan elite Angkatan Laut Amerika US Navy Seal ini bernama sandi “Flash Iron 09-01”. bertempat di lapangan tembak Koarmatim Ujung Surabaya, latihan ini secara resmi dibuka oleh Komandan Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Kolonel Laut (T) Yulius Bustami. Turut hadir saat pembukaan para personel Paska dan US Navy Seal yang dipimpin Letnan Ehrhardt.
Pasukan Katak TNI AL mengerahkan 4 tim (masing-masing tim 7 orang), atau 28 personel pada latihan ini sedangkan dari US Navy Seal menyertakan 15 personelnya. Selain sniper, mereka juga akan berlatih tentang Maritime Interdiction Operation (peperangan ruang tertutup), Jungle Welfare (perang hutan) berikut Jungle Survival, Fast Roping, Over the Beach serta Tactical Combat Casualty Care.
Koarmatim mengerahkan satu unit KRI, satu unit helikopter NBell-412, 2 Sea Rider, serta 5 perahu karet untuk latihan yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 6 Februari 2009 berlokasi di Markas Koarmatim, selat Madura, Pantai Banongan serta Selogiri Banyuwangi.
Menurut Komandan Satuan Katak Koarmatim Kolonel Laut (T) Yulius Bustami, latihan ini selain dapat meningkatkan kemampuan taktis dan teknis perorangan maupun satuan prajuritnya juga dapat menciptakan hubungan emosional yang harmonis dan saling pengertian antara prajurit Pasukan Katak Indonesia dan Amerika Serikat. Ditambahkannya latihan ini juga merupakan ajang “Take and Give” antara kedua pasukan karena masing-masing bisa saling memberikan bekal pengetahuan dan kemampuannya.
“Peningkatan kemampuan ini diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bekal guna mendukung tugas-tugas operasional Kopaska yang sesungguhnya,” kata Kolonel Laut (T) Yulius Bustami.
Sumber : DISPENAL
Selengkapnya...
LATIHAN MENEMBAK BERSAMA KOPASKA DAN US NAVY SEAL!!
SURABAYA - Dua Satuan Pasukan Khusus masing-masing Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy Seal saling mengasah kemampuan menembaknya baik dalam penggunaan senjata laras pendek maupun senjata laras panjang di Lapangan Tembak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat (16/1).
Dalam latihan dengan sandi “Flash Iron 09-01” itu, senjata yang digunakan adalah pistol jenis Sig Sauer 226 serta SMG jenis MP-5. Kedua senjata tersebut merupakan salah satu senjata standar yang digunakan oleh satuan pasukan elite TNI AL tersebut.
Sedangkan jarak tembak yang dilakukan cukup berpariasi, seperti 5 meter, 10 meter dan 15 meter serta beberapa kombinasinya.
Dalam latihan kali ini Pasukan Katak TNI AL mengerahkan 4 tim (masing-masing tim 7 orang), atau 28 personel pada latihan ini sedangkan dari US Navy Seal menyertakan 15 personelnya. Selain sniper, mereka juga akan berlatih tentang Maritime Interdiction Operation (peperangan ruang tertutup), Jungle Welfare (perang hutan) berikut Jungle Survival, Fast Roping, Over the Beach serta Tactical Combat Casualty Care.
Koarmatim mengerahkan satu unit kapal perang, sebuah helikopter Bell, 2 Sea Rider, serta 5 perahu karet untuk latihan yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 06 Februari 2009 dengan lokasi di Markas Koarmatim, selat Madura, Pantai Banongan serta Selogiri Banyuwangi ini.
Menurut Komandan Satuan Katak Koarmatim Kolonel Laut (T) Yulius Bustami, latihan ini selain dapat meningkatkan kemampuan taktis dan teknis perorangan maupun satuan prajuritnya juga dapat menciptakan hubungan emosional yang harmonis dan saling pengertian antara prajurit Pasukan Katak Indonesia dan Amerika Serikat.
Sumber : DISPENAL
Selengkapnya...
M16 RIFLE

Type :Assault rifle
Place of origin :United States
Service history:
In service :1964–present
Used by :United States of America, See Production and usage
Wars :Vietnam War–present
Production history:
Designer :Eugene Stoner
L. James Sullivan[1]
Designed 1957
Manufacturer :Colt Defense
FN Herstal
H & R Firearms
General Motors Hydramatic Division
Produced :1960–present
Number built :Approx. 8 million[citation needed]
Variants :See Variants
Specifications :(M16A2)
Weight 8.5 lb :(3.9 kg) unloaded
8.79 lb (4.0 kg) loaded
Length 39.5 in :(1,000 mm)
Barrel length :20 in (508 mm)
Cartridge :5.56x45mm NATO
Action Gas-operated, rotating bolt
Rate of fire :700–950 rounds/min, cyclic depending on model
Muzzle velocity :3,200 ft/s (975 m/s) (M16A1)
3,050 ft/s (930 m/s) (M16A2)
Effective range :550 m (600 yd)
Feed system :Various STANAG Magazines
Selengkapnya...
HK 416

Type :Assault Rifle
Place of origin :Germany,United States
Service history:
In service :2005-present
Used by :See Users
Wars :War in Iraq, War in Afghanistan
Production history:
Designer :Ernst Mauch
Manufacturer :Heckler & Koch
Produced :February 2005-present
Variants :D10RS, D14.5RS, D16.5RS, D20RS, MR223, HK417
Specifications:
Weight :3.02 kg (6.7 lb) (D10RS)
3.490 kg (7.69 lb) (D14.5RS)
3.560 kg (7.85 lb) (D16.5RS)
3.855 kg (8.50 lb) (D20RS)
Length :797 mm (31.4 in) stock extended / 701 mm (27.6 in) stock collapsed (D10RS)
900 mm (35.4 in) stock extended / 804 mm (31.7 in) stock collapsed (D14.5RS)
951 mm (37.4 in) stock extended / 855 mm (33.7 in) stock collapsed (D16.5RS)
1,037 mm (40.8 in) stock extended / 941 mm (37.0 in) stock collapsed (D20RS)
Barrel length :264 mm (10.4 in) (D10RS)
368 mm (14.5 in) (D14.5RS)
419 mm (16.5 in) (D16.5RS)
505 mm (19.9 in) (D20RS)
Width 78 mm (3.1 in)
Height 240 mm (9.4 in)
Cartridge :5.56x45mm NATO
Action :Gas-operated, rotating bolt
Rate of fire :850 rounds/min
Muzzle velocity :Varies by barrel length
Feed system :20, 30-round STANAG magazine
Sights :Rear rotary diopter sight and front post, Picatinny rail
Selengkapnya...
M4 carbine

Type :Assault rifle
Place of origin :United States
Service history:
In service :1994–present
Used by See Users
Wars War in Afghanistan (2001–present), War in Iraq (2003-present)
Production history
Manufacturer :Colt Defense
Produced :1994–present
Variants :M4A1, CQBR
Specifications:
Weight :5.9 lb (2.7 kg) empty
6.9 lb :(3.1 kg) with 30 rounds
Length :33 in (838 mm) (stock extended)
29.8 in (757 mm) (stock retracted)
Barrel length :14.5 in (368 mm)
Cartridge :5.56x45mm NATO
Action :Gas-operated, rotating bolt
Rate of fire :700–950 round/min cyclic
Muzzle velocity :2,900 ft/s (884 m/s)
Feed system :30 round box magazine or other STANAG Magazines.
Selengkapnya...
MAFIA KOLOMBIA SEHARGA 5 JUTA DOLLAR AS

Tanggal Lahir Digunakan 11 January 1958
Hair Rambut Black Hitam
Place of Birth Tempat Lahir Trujillo, Colombia Trujillo, Colombia
Eyes Mata Brown Cokelat
Height Ketinggian 6′ 0″ (183 cm) 6 '0 "(183 cm)
Complexion Corak Medium Sedang
Weight Bobot 230 pounds (104 kg) 230 pounds (104 kg)
Build Membangun Heavy Berat
Sex Sex Male Laki-laki
Race Ras White (Hispanic) Putih (Hispanic)
Occupation Pekerjaan Rancher Penggembala
Nationality Kebangsaan Colombian Kolumbia
Scars and Marks Scars dan Marks Surgical scars on his lower back and legs due to injuries sustained in an automobile accident Bedah scars kembali pada rendah dan kaki karena cedera berlarut-larut dalam sebuah kecelakaan mobil
kejahatan Di Kolombia: penyelundupan dan perdagangan narkoba, penipuan, pencucian uang, Comformation kelompok yang bersifat kemiliteran di Kolombia. In the United States: Conspiracy to import and possess with intent to deliver weed cocaine; Possession with intent to deliver cocaine; Money laundering; Racketeering Influenced and Corrupt Organizations (RICO) – Drug trafficking; Conspiracy to distribute or manufacture cocaine abroad with knowledge or intent that it be imported into the United States Di Amerika Serikat: Conspiracy mengimpor dan memiliki dengan maksud untuk menyampaikan weed kokain; Possession dengan maksud untuk menyampaikan kokain; Money laundering; pemerasan dan dipengaruhi Corrupt Organisasi (RICO) - perdagangan narkoba; Conspiracy untuk mendistribusikan atau kokain manufaktur di luar negeri dengan pengetahuan atau niat yang akan diimpor ke Amerika Serikat

Diego Montoya, bos mafia Kolombia yang disejajarkan dengan almarhum Pablo Escobar, Selasa (11/9) dini hari ditangkap saat bersembunyi di semak-semak dengan hanya memakai kaus oblong dan celana dalam. Montoya adalah orang yang masuk daftar FBI tentang orang yang paling dicari di dunia. Ia berada di daftar FBI bersama Osama bin Laden. AS pernah menawarkan 5 juta dollar AS kepada siapa saja yang bisa menangkap Montoya, yang sebaliknya menawarkan jumlah uang serupa kepada militer untuk melepaskannya jika tertangkap. Menurut Menteri Pertahanan Kolombia Juan Manuel Santos, bos mafia berdarah dingin itu ditangkap pasukan elite militer Kolombia di sebuah daerah di Provinsi Valle Cauca. Montoya adalah pemimpin kartel Norte del Valle, yang menguasai narkoba Kolombia selama bertahun-tahun. Ia pun dijuluki sebagai "Panglima Perang" karena mengotaki penyerangan serta pembantaian terhadap musuh bisnisnya.
Selengkapnya...
